Sesungguhnya
kebahagiaan itu sangat dekat dengan kita, hanya saja kita kurang peka dan
terlalu mengejar yang terlalu jauh untuk kita kejar. Padalah jika melek dan
bisa mensyukuri sesuatu yang nampak dan sudaah ada dan kita punya pastilah
kebahagiaan itu akan bertambah. Jadi bahagia itu sederhana, hanya bisa
menikmati dan mensyukuri apa yang sudah jelas-jelas ada pasti disitulah letak
bahagia yang sesungguhnya. Jika sudah begitu pasti akan berkata “Oh...”
Kepingan-kepingan
harapan, pasti setiap orang pernah merasakan dan tau akan jalan hidupnya
sendiri, hanya saja banyak alasan untuk berkata dibanding gerak dengan cepat
mengambil dan melakukan apa yang harus segerakan. Tapi tak ada yang menyahkan
siapa-siapa. Dan jangan perah menyalahkan waktu dan kesempatan yang datang,
sebab semua itu akibat dari kelalaian dan banyak hal yang tertunda. Wajar saja,
dunia sudah mulai cepat jadi akan cepat pula kesempatan itu hilangnya.
Kebahagiaan
dan kesempatan sangat lekat dengan waktu bahkan saling berdampingan melengkapi
kemana hati akan pergi dan kaki akan melangkah, karena kesempatan itu jelas ada
dimana-mana. Hanya saja, kita yang kemana aja? Sampai tak pernah ingat dengan
kesempatan yang pernah menyapa kita.
Mumpung masih ada waktu
yang akan mempertemukan kita dengan kesempatan yang baru, mari kita ukir
kembali dengan kisah dan cerita yang baru agar tersimpan sejarah hidup yang
baru pula. Biarkan lembaran demi lembaran terisi dengan goresan kisah penuh
makna dan penuh hikmah. Agar suatu hari nanti kelak ada yang bisa kita bagi
untuk anak cucu kita, antara kisah, kebahagiaan dan kesempatan yang pernah
hadir dalam hidup kita.Sumber Foto: Google Image
